Pariwisata · 2019–2025

Pariwisata Bali: dari rekor kunjungan, pemulihan, hingga capaian baru

Data resmi selama tujuh tahun menunjukkan skala pemulihan Bali—serta pentingnya jeda pandemi saat operator memodelkan permintaan ke depan.

2026-07-186 minSumber primer
Semua catatan pasar
6.28m2019
1.07m2020
512021
2.16m2022
5.27m2023
6.33m2024
6.95m2025
Kunjungan langsung wisatawan asing ke Bali. Sumber: BPS Bali. Tahun 2021 = 51.

Gambaran jangka panjang

BPS Bali mencatat 6.275.210 kunjungan wisatawan asing langsung pada 2019. Gangguan perbatasan kemudian menurunkan jumlah menjadi 1.069.473 pada 2020 dan hanya 51 pada 2021. Rangkaian ini memiliki jeda besar, bukan kurva pertumbuhan yang mulus.

Pemulihan meningkat dari 2.155.747 kunjungan pada 2022 menjadi 5.273.258 pada 2023 dan 6.333.360 pada 2024. Berdasarkan perhitungan dari total BPS, angka 2024 berada 0,93% di atas 2019.

Capaian baru pada 2025

BPS melaporkan 6.948.754 kunjungan wisatawan asing langsung pada 2025, naik 9,72% dari tahun sebelumnya dan 10,73% di atas 2019. Australia menyumbang 23,44% dari total tahunan. Keberangkatan penerbangan internasional melalui Ngurah Rai mencapai 39.115, naik 7,72%.

Kesimpulan yang tepat

Pemulihan mendukung tesis permintaan internasional secara umum dan materi pemasaran berbahasa Inggris. Data ini tidak mengukur jumlah pengunjung Berawa, wisata domestik, belanja pelanggan, penjualan penyewa atau kenaikan harga lahan.

Keputusan lokasi 30 tahun tetap memerlukan bukti lokal: hitungan pergerakan, akses, parkir, kompetisi, catchment, ekonomi konsep dan skenario penurunan.

Batas penggunaan data

Data tingkat Bali atau Kabupaten Badung tidak membuktikan jumlah pengunjung, nilai sewa, penjualan penyewa atau kenaikan harga pada bidang BERAWA 1053.

Sumber