Pemulihan kuat, tetapi tidak merata
PDRB riil Badung menyusut 16,55% pada 2020 dan 6,74% pada 2021. Ekonomi kemudian tumbuh 9,97% pada 2022, 11,29% dalam data sementara 2023 dan 5,94% dalam data sangat sementara 2024.
Label sementara tersebut penting. BPS dapat merevisi tahun terbaru, dan nilai harga berlaku menggabungkan perubahan volume dan harga.
Akomodasi dan kuliner kembali membesar
Nilai tambah akomodasi dan penyediaan makan minum meningkat dari Rp10,415 triliun pada 2021 menjadi Rp19,318 triliun pada 2024 atas dasar harga berlaku. Pangsanya naik dari 23,21% menjadi 25,72%.
Transportasi mencerminkan pemulihan gerbang Bali
Transportasi dan pergudangan bergerak dari Rp5,734 triliun pada 2021 menjadi Rp21,361 triliun pada 2024 atas dasar harga berlaku. Sementara itu, pertumbuhan riil real estat tercatat 2,47% pada 2022, 0,58% pada 2023 dan 2,28% pada 2024.
Perbedaan ini penting: sektor pariwisata pulih tajam, tetapi data resmi tidak membuktikan kenaikan sewa atau nilai lahan pada satu bidang di Berawa.
Implikasi komersial
Konsep di Berawa harus dirancang berdasarkan pelanggan yang jelas dan ekonomi operator yang berulang—bukan hanya kata “pertumbuhan.” Penggunaan sepanjang hari, akses, parkir, diferensiasi dan ketahanan di luar musim puncak lebih penting daripada judul makro.
Data tingkat Bali atau Kabupaten Badung tidak membuktikan jumlah pengunjung, nilai sewa, penjualan penyewa atau kenaikan harga pada bidang BERAWA 1053.